Saturday, November 30, 2013

Tsuen Wan - Lautan Manusia Di Negeri Bahuinia

Tsuen Wan - Minggu adalah hari yang paling dinanti bagi para Buruh Migran, baik dari Indonesia maupun Filipina yang notabene sebagai pengirim tenaga kerja terbesar  di negeri Beton, Hongkong. Setiap minggu di bawah jembatan layang Tsuen Wan ini pasti ramai sekali dengan kegiatan mengirim barang ke negeri asal mereka. Area ini paling banyak dihuni oleh mereka Ate-Ate dari Filipina. Aku sering melintasi area ini setiap harinya. Ya, kegiatan mengantar nenek ke kuil selalu melewati jalur ini. Sebenarnya ada jalur lain, tapi entah kenapa terkadang nenek lebih memilih jalan yang jangkauannya relatif lama. 

Suasana riuh pun juga terasa di sini. Sejak pukul 7:00 waktu Hong Kong jalanan ini sudah mulai ramai dikunjungi para buruh migran. Selain untuk antri paket barang, mereka juga suka menggelar acara di sekitaran tempat itu. Biasanya acara gereja gitu.

Barang yang dikirim pun terkadang juga sangat menggelitik pikiranku. Kebanyakan Ate-ate  Philipina lebih memilih peralatan yang notabene bisa dibeli di warung, supermarket yang ada di negara sana. Bayangkan saja, pasta gigi, sabun mandi, sikat gigi dan sabun cuci pun dikirimnya dari sini. Lucu. Aneh. Menurut pikiranku sih. hahaha

Aku pun sudah 6x kirim barang dari sini. Tapi, tentunya yang bermanfaat, sayang krus dolarnya lagi naik. Kalian bisa lihat suasana di jalanan ini. Full manusia dan kardus. 





Foto di atas aku ambil pas waktu jalan mau ke kuil. Pengiriman barang ini biasa buka pukul 8:00-15:00 waktu Hongkong. Jadi jangan kaget kalau aktifitas di hari minggu akan  seperti ini. Lautan sampah dan manusia berjejal menjadi satu di sini. Ah, bukan hanya Ate Philipina saja loh, mbak - mbak dari negara kita pun juga suka ngumpul di sini. Ada yang jualan, ada yang ngadain pengajaian dan masih banyak lagi kegiatan buruh migran yang terselenggara di tempat ini. 

Tuh kan, kalian bisa lihat nescafe pun mau dikirimin pulang. Ah tapi nggak boleh berprasangka yang aneh-aneh sih. Ya, mungkin di negara asalnya sana, belum nyetok kopi impor. Hiks 
Foto ini aku ambil dari atas jembatan layang. Tsuen Wan itu kalau minggu ya gini. Penuh dengan lautan manusia dan kardus. 



Foto ini area bawah jembatan yang dimanfaatkan buruh migran untuk berteduh. Kalau hari senin, sampah selalu numpuk di setiap pojokan atau sudut tempat ini. Bikin nyesek deh kadang, soalnya sudah disediain sampah tapi tetep aja bandel nggak mau masukin ke tempat sampahnya.


Aku sudah berada di Tsuen Wan sejak dua tahun terakhir ini. Tepatnya tanggal 18/10/2011. Dan. hari ini adalah awal dari kisah GO-Blogku.

*Ate = Panggilan kakak perempuan 

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Q