Thursday, February 26, 2015

Kejutan Apakabar Plus Hongkong (Lomba Foto)

Terima kasih tak terhingga aku ucapkan pada semua sahabat, teman dan seluruh liker yang sudah berbaik hati memberikan jempolnya kemarin dalam lomba foto yang diadakan tabloit (Apakabar Plus) Hongkong. Maaf nggak bisa ngucapin satu per satu pada kalian, soalnya ada 68 liker yang nempel di fotoku kemarin. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Untukmu juga, Apakabar Plus. Selamat Ulang Tahun yang ke-9. Ini adalah hadiah yang kesekian kalinya yang kau berikan padaku ^_^ semoga makin sukses selalu dan terus bersinar.






Buat yang kemarin nggak ngelike, aku ucapkan terima kasih juga karena sudah berkenan membaca inboxku. Maaf membuat kalian merasa terganggu. Soalnya juga ngejar Deadline. Jujur aku tidak ingin mengganggu kalian dengan cara seperti kemarin.


Buat kamu yang bilang, ''kamu Islam tapi kok ikutan merayakan Imlek?!'' plus beberapa  ceramah yang lainnya, aku ucapkan terima kasih juga. Nggak papa, kamu bilang aku seperti apa, itu hak kalian. Kamu bebas menilai aku ini gimana. Biarlah aku dan Tuhanku yang tahu, aku ini seperti apa. Masalah dosa atau pada akhirnya nanti biar aku yang mempertanggungjawabkannya nanti.


Dan buat seseorang yang takut  Plus tidak percaya untuk membuka link yang aku sebar kemarin, gegara dikira itu link virus. Aku ucapkan terima kasih banyak karena masih ada orang yang berpikiran buruk juga padaku ^_^ . Dan maaf, aku sudah tidak ingin jahil dengan membuat orang lain rugi ataupun kecewa. Takut kena karma akunya. Kalau pengen jahil dengan nyebarin virus, itu sudah dari dulu pas jamanku masih mainan program. Sekarang sudah nggak, so dont be worried. Be positive thinking about me.


Bersyukur pernah mengenal kalian semua. Semoga kalian semuanya senantiasa dalam lindungan-Nya. ^_^ salam kasih tak terhingga dari negrinya om Andy Lau. Semoga lain waktu kita bisa kopdar ^_^ .


Keberuntungan itu akan selalu ada jika kau benar-benar pasrah kepada Sang Pencipta.




Status malam jum'atku 
Readmore → Kejutan Apakabar Plus Hongkong (Lomba Foto)

Monday, February 23, 2015

Tentang Rumah Baca Lentera Qalbu


Menuju Indonesia membaca adalah salah satu dari Misi Rumah Baca Lentera Qalbu. Gagasan yang diberikan oleh Anie Ramadhani, salah satu TKW Indonesia yang berada di Hong Kong saat ini, setidaknya telah berkembang di beberapa daerah di Indonesia dan salah satunya berada di tempat tinggalku, yang terletak di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

Aku sungguh tertarik dengan gagasan Mbak Anie ini yang mengharapkan generasi muda di Indonesia bisa gemar membaca. Tak hanya itu saja, suatu saat nanti, sekembalinya pulang ke tanah air, aku mampu mengembangkan minat baca serta mengajari mereka bahwa dengan membaca kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Rumah Baca Lentera Qalbu ini resmi aku buka bulan November 2014 lalu. Berbekal buku bacaan seadanya(hasil dari arisan buku yang dipromotori oleh Mbak Anie) alhamdullilah di tahun ini sudah semakin bertambah saja koleksi buku yang ada di rumahku. Semuanya terdiri dari seratus buku bacaan anak-anak dan dua puluh novel remaja.

Tak banyak program yang diadakan di rumah kecil ini, selain membantu calon generasi muda khususnya anak-anak untuk lebih gemar membaca. Biasanya kami (Mamak dan Adik) akan mengumpulkan beberapa anak di hari Minggu untuk menikmati koleksi bacaan yang kami punya. Diharapkan juga dengan program ini orang tua di rumah mendukung putra-putrinya untuk gemar membaca.





Mereka yang sedang asik membaca buku cerita 



Beberapa sumbangan buku dari teman-teman atau giveaway pun sering kami terima. Seperti dari Laksana Kids (Jogja), Aditya NW (Jakarta), Hardy Zhu (Makasar) dan Yoyok DS (Tulungagung). 

Kepengurusan saat ini, aku serahkan pada adikku Rio Suherman. Dikarenakan saat ini aku masih merantau di Hongkong. Berharap dengan tulisan ini, para donatur lain bisa menyumbangkan beberapa bukunya untuk disalurkan ke tempat kami.

Berikut alamat lengkap Rumah Baca Lentera Qalbu Cabang Tulungagung

Rumah Baca Lentera Qalbu (Imam Servise Elektronik)
Ds. Loderesan Rt.2/Rw.4
Kec. Kedungwaru 
Kab. Tulungagung 
Jawa Timur
66251

Rio Suherman  0812-5931-8344


Readmore → Tentang Rumah Baca Lentera Qalbu

Thursday, February 19, 2015

Cerita Imlek Di Hari Pertama


Kasihan padaku, yang selalu ketakutan setiap kali melihat sotil dan wajan ketika ada yang makan besar-besaran seperti malam ini. Simbok pun cukup maklum dengan tanganku yang tidak ahli memasak, itu sebabnya aku berusaha bertahan di rumah ini. Rada ngeri soalnya, bila harus berhadapan dengan majikan yang sama seperti dahulu yang ribet dan hou mafan soal makanan. Beruntungnya keluar dari majikan yang dulu. Kalau dahulu, setiap kali Imlek disuruh libur, sekarang justeru disuruh lembur. Tapi tak mengapa juga, pasalnya dibalik nggak libur masih ada angpao merah mabur. Tuhan memang maha adil, Dia pasti memberi nikmat pada setiap makhluknya di balik kesusahan pada mereka. So, jangan galau saja masalah rejeki yang asline selalu nylempit di sana sini. Masihkan kalian mendustakan nikmat-Nya? Be positive thinking, Brow..... Hidup jangan dibuat susah Berhubung malam sudah menggulita dan mata tak bisa diajak kerjasama, baiknya aku bobok duluan, ya........ Codau taika
Readmore → Cerita Imlek Di Hari Pertama

Wednesday, February 18, 2015

Perbedaan WHATSAPP PLUS DENGAN WHATSAPP BIASA

Galau campur panik. Begitulah perasaanku pagi ini. Setelah beberapa saat senang karena account Whatsapp kembali dan bisa digunakan lagi eh nggak taunya dengan sekejap harus menanggung kecewa untuk yang kesekian kali. Ini gegara aku terlalu terhipnotis dengan kata-kata Sunbei. Dia menyuruhku memakai Whastaap Plus lagi. Walhasil, kedua nomerku seketika dibanned. Padahal, aku sudah laporan sama simbok kalau aku telah mengupdate nomor Whatsappku. Puh...kalau begini caranya bisa mengkal hatiku. Secara, orang-orang terpenting saat ini di Whatsappku hanya keluarga majikan. Haiya... Sunbei, kau ini nambah-nambahi galau hatiku saja.

Memang sih, kemarin lusa aku sudah mengikrarkan diri untuk tidak menggunakan aplikasi yang satu ini dan berharap bisa fokus pada satu hal. Jika tidak karena Simbok dan Koko yang menyuruhku mengonlinekan Whatsapp, tentu tidak akan serumit ini jadinya. Bih... Jian dilema tenan aku.

Gimana nggak dilema coba. Nomorku yang KAU SEI SEI YAT EM KAU LENG SEI plus nomor Goldku dibanned lagi tanpa ampun oleh Whatsapp Plus. Nggak nanggung-nanggung, yang nomor belakangnya LENG SEI, dibanned 9x2x24jam artinya aku harus menunggu delapan belas hari kedepan, terhitung mulai hari ini. Sedangkan, nomor Gold yang baru kudaftarkan kena banned 2x24jam. Bih...nelangsa, sungguh nelangsa hatiku, Sunbei.

Aku mengenal WA-plus ini ya gegara Sunbei. Dia merekomendasikan untuk mengupdate WA lama dengan WA-plus ini. Seneng sih pertamanya. Kayak orang yang baru jatuh cinta. Maunya uik-uik saja. Wes pokok e tanganku nggak meneng untuk mencoba hal baru di WA-PLUS ini. Tapi, ya yang namanya cinta sudah mendekati kadaluarsa bawaanya pengen menjauh. Dan, dua hari yang lalu aku memutuskan kisah cinta yang telah kami bina sejak pertiga perempat tahun lalu. Pengennya sih biar tenang. Lagian, mas Sonyku teriak-teriak terus kalau ada pesan masuk. Maklum, semakin banyakya teman, semakin banyak pula pesan yang berdatangan. Hingga membuatku nggak tahan untuk hengkang dari dunia perWhatsappan.

Lakok ndilalah kersaning gusti Allah SWT, segala keinginanku MakBul... Alias dikabulkan. Sungguh maha dahsyat kekuatan sebuah doa. Dan bahwa Allah SWT ini maha mendengar dan mengetahui isi hati manusia plus makhluk ciptaannya. Sungguh tiada merugi pokoknya bila tetap berada di jalur-Nya.

Kembali ke WA-PLUS

Gegara dibanned dan nggak tahan menunggu, akhirnya kemarin malam aku mendownload WA biasa, yang fiturnya jelas, ya tetap biasa. Beda sama yang di WA-PLUS. PLUsnya ini karena ada icon yang lucu-lucu, mirip sekali sama kepunyaan BBM (BUKAN BAHAN MINYAK). Pokoknya lebih asik dah. Coba saja tapi jangan sekali-kali mencoba hengkang dan mengunistall produk yang notabene tidak bekerjasama dengan Whatsapp biasa ini. Akibatnya akan fatal. Nomor hpmu bisa-bisa dibanned kayak punyaku. Dan siap-siap mrongos jika tidak punya nomor cadangan.

Note: jangan menginstall ulang WA-PLUS dan memasukkan nomor baru lagi. Kalau tidak mau nomormu dibanned lagi. Pindah saja ke WA Biasa untuk mempermudah jalur transaksi anda.

Sekali banned 2x24 jam (katanya sih after 24 hours sudah bisa digunakan. Punyaku yang pertama 2 hari. Dan setelah dibanned untuk kedua kali jadi 18 hari.

Akhir pekan yang menggalaukan jiwa.

Readmore → Perbedaan WHATSAPP PLUS DENGAN WHATSAPP BIASA

Memory 6 February

Tujuh tahun lalu, untuk pertama kalinya aku mendengar suara tangisanya. Mendekapnya sesaat dalam pelukanku. Melihat kelopak netranya yang belum bisa terbuka secara sempurna. Ada rasa bangga bercampur haru menyelinap dalam  relung kalbu. Betapa tidak, setelah sembilan bulan dalam penantian, akhirnya malaikat kecil itu lahir dengan selamat dari rahimku. Dan sejak itu pula, aku resmi menyandang gelar seorang ibu.          

Tentang Sebuah Nama

Malaikat kecil itu kuberinama Pandu. Pandu Alam Prawiradinata, lengkapnya. Nama ini sesuai nazar saat pertama kali dia bersemayam dalam rahimku. Aku pun tidak pernah mempersiapkan nama lain selain nama Pandu. Sejak awal, aku sudah berprasangka baik Pada-Nya bahwa kelak Dia akan memberiku seorang bayi laki-laki. Makanya, aku tidak pernah memikirkan nama selain nama Pandu.

Kenapa tidak dengan nama Lain? Misalnya, nama dari barat, Arab, Cina atau Korea, yang sekarang ini lebih ngetrend, terlihat modern  dan tidak kampungan. Halo.... Bapak Ibu yang budiman. Apakah kalian tahu? Nama adalah sebentuk doa yang diberikan orang tua kepada anaknya. Nama bukanlah masalah trend, ikut-ikutan budaya televisi atau bangsa yang sedang booming. Bagiku, nama mengandung kekuatan sakral yang tidak semua orang bisa paham akan keberadaan artian tesebut. So, jangan pernah menyepelekan sebuah nama.

Tentang sebuah Rasa      

Sejak pertama kali aku divonis bu Bidan hamil. Aku tidak pernah sekali pun ingin melihat bagaimana kondisi malaikat kecilku Di dalam rahim. Aku hanya mampu mendengar detak jantungnya yang menggebu  lewat alat bantu bu Bidan kala itu. Aku tidak berusaha untuk meng -Usg -nya. Padahal setiap PASUTRI  pasti akan merasa penasaran dengan jenis kelamin anaknya saat masih berada dalam kandungan. Apakah laki-laki atau Perempuan? Di era modern seperti  ini sangat gampang untuk mengetahui hal semacam ini. Di eraku sebenarnya juga  sudah  ada sih, tapi aku tidak mau ikut-ikutan.  Aku ingin semuanya serba surprise. Apapun yang diberikan oleh- Nya akan kuterima dengan senang hati. Bahkan sampai hal terburuk sekalipun. Bukankah kejutan itu lebih indah daripada kita mengetahuinya terlebih dahulu?  Dan alhamdullilah,  semua lancar.

" Hiduplah bersama doa maka jalan yang kau tempuh akan selalu bahagia."

                                          Tentang Sebuah Firasat

Saat aku mengadung Pandu, aku sudah bisa menebak bahwa bayiku adalah laki-laki. Entah darimana datangnya firasat itu. Aku hanya meyakini bahwa Tuhan akan memberiku bayi laki-laki. Itu saja. Banyak sih sebenarnya firasat-firasat aneh yang lewat dalam mimpiku. Sempat juga cerita sama orang tentang mimpi itu tapi katanya mimpi adalah bunga tidur semata. Tidak perlu dianggap serius kata mereka. Dan akhirnya dia  sadar satu hal bahwasanya setiap mimpi pasti ada maknanya dikemudian hari.

Tentang firasat lain yang aku rasakan adalah ketika acara tujuh bulanan. Biasanya, para ibu hamil di tempatku akan disuruh membuat rujak uyup. Seperti minuman yang rasanya bisa nano nano. Dulu, rujak uyupku pas, nggak sengak atau pedas. Kata orang itu menandakan bayinya laki-laki. Dan betapa kagetnya aku, ternyata semua firasat yang singgah selama aku hamil terbukti nyata. Subhanalllah.....

Apakah kalian pernah merasakanya, Bu?

"Betapa indahnya masa-masa hamil itu."

Miss u, Malaikat kecilku.... 
Readmore → Memory 6 February

Sunday, February 15, 2015

Hari-hariku Bersama Langit









Readmore → Hari-hariku Bersama Langit

Maaf Jangan Menawariku Bisnis MLM


Selamat malam kutujukan pada kalian  (mbak sanak, ki sanak plus semua sanak di seluruh dunia) yang amat kusayangi. Walau kita belum kenal, seenggaknya aku cukup berterima kasih sekali atas sapanya dibeberapa akses online maupun tatap muka yang kalian luangkan padaku. Aku selalu berdoa untuk kalian semoga tambah dilapangkan rejekinya.

Oh, ya... Sebelumnya aku minta maaf karena tidak bisa membalas satu persatu ajakan, harapan plus iming-iming duniawiyah yang kalian tawarkan padaku. Bukannya aku tidak ingin seperti kalian, yang punya pendapatan tambahan dengan gaji yang cukup menggiurkan. Bukan, bukan aku nggak mau. Siapa sih yang tidak ingin jalan-jalan ke seluruh penjuru dunia. Naik kapal pesiar. Dan jalan-jalan tanpa kepanasan. Siapa yang nggak mau coba. Semua orang yang ditawarkan seperti itu pastinya maulah. Tapi maaf...sekaliagi maaf, aku benar-benar nggak percaya MLM. Jika kalian ingin kaya, monggo...silahkan perkaya diri kalian dengan jalur ini. Bukannya aku nggak percaya pada kata-kata kalian yang katanya bakal dapat bonus yang berjut-jut hingga bakal membuat kami (para member baru) terkejut-kejut. Aku percaya kok, percaya bahwa yang dapat hadiah itu pasti bahagia. Percaya juga dengan hasil yang kalian dapat, terus diupload dan langsung disebarkan ke dunia maya. Percaya, sungguh saya percaya walau hanya pamer foto saja. Yang jelas kalian bahagia kan, soalnya bisa pamer.

Namun, sekali lagi aku minta maaf. Aku nggak percaya tentang bisnis MLM dengan segala bentuk dan rupa. Mulai yang dari obat, alat kecantikan dan  kebutuhan rumah tangga lainnya. Dan sekali lagi, aku nggak mau ikut-ikutan dan masuk dalam jaringan kalian. So, jangan sekali-kali menawariku.

Aku sudah cukup bahagia dan bersyukur atas rejeki yang diberikan ALLAH SWT dengan tidak berusaha menambahkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diteteskan pada apa yang sudah jadi aturan-NYA.

''Semua pekerjaan itu halal jika kamu berada di jalur yang bedar, Kace." Walaupun MLM kamu kan juga tetap bekerja. Apanya yang salah coba?"

Pernyataan yang membuatku setengah sepchellz. Gimana coba aku menjelaskan ya...

Begini....

Sistem MLM dan sak krandahe jaringan ini  memang bisa disebut pekerjaan sambilan. Memang loh ya. Soalnya juga dibuat lari sana, lari sini. Mubet sana, mubet sini. Jual produk ini, itu. Plus yang tak kalah penting terkadang dibumbui dengan aroma nipu sana, nipu sini - yang jujur sedikit- dan sebagian besarnya? Yeah.... Bisa diprediksi sendiri. Toh yang diburu juga tetap sama, duit. Iya, kan?

Apakah kalian (pekerja) MLM tahu? Eh, pasti tahulah- sayang mereka cukup tidak mengerti- skema piramida ini. Di mana yang paling ataslah, yang justeru diuntungkan. Yeah...yang namanya bawahan sih ya hanya bisa jadi bawahan. Arep mlaku nang ndukur ya butuh waktu. Dan waktunya itu loh....

Kalau hanya ingin memburu duit, aku ini inginnya nggak seperti kalian. Yang biasa-biasa saja dan nggak merugikan orang lain. Yang nggak membuat orang kecewa dan pada akhirnya meninggalkan kita. Kalau toh dengan bisnis MLM ini bisa membuat orang jadi cepat kaya, ya ngapain anggota DPR masih juga  ikut korupsi. Mbok yao diajak bisnis ini. Toh buktinya mereka masih miskin - dengan seenaknya mencuri, menenggelamkan dan masih pula menerima tabokan tutup mulut - walau mereka itu anggota dewan.

Ayo... Ajak mereka. Kalau hanya dikalangan kita-kita, aku khususnya nggak percaya. Dan sangat tidak menyukai apapun dalam bentuk MLM dan termasuk produknya.

Kenapa?

Karena untuk cantik dan ganteng nggak perlu biaya mahal kok. Nggak perlu nipu sana, sini. Cukup wudhu dan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi yang Dia tidak suka, itu saja bisa membuat orang terlihat cantik dan ganteng. Bahkan, dengan wudhu aura dalam diri pun ikut bersinar. So, nggak perlu buang-buang duit kan?

Lalu, tentang penyakit. Tuhan itu sebenarnya sudah memberi obat alami loh. Obat dari alam. Walau masih membutuhkan proses pengolahan. Tapi sungguh, khasiatnya benar-benar dahsyat tak kalah dahsyatnya ketika kita diiming-imingi hadiah mobil -sisa hasil kekecewaan orang- yang bakal diberikan pada kita setelah menuju pada tingkatan tertentu. Kalau mau sembuh ya harus menunggu. Bukankah Tuhan menyuruh kita untuk lebih bersabar.

Sekali lagi, please don't tawari me untuk gabung dalam bisnis kalian. Kalau disuruh memberi doa, tak doakan kalian bisa cepat kaya. Cepat naik haji (bagi yang muslim). Bagi yang non, semoga berbahagia dengan duit yang kalian dapatkan dalam bisnis ini.

Hidupku sudag sangat bahagia dengan rejeki yang dilimpahkan oleh-Nya. So, bila mau berteman denganku tolong jangan ngoceh lagi terutama promosi di inbox masalah MLM. Catet...!

Readmore → Maaf Jangan Menawariku Bisnis MLM

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sebenarnya sederhana. Saat kita sendiri, ada sahabat yang bisa saling melengkapi. Ya seperti hari ini, saat aku tak libur pun sahabat-sahabatku datang menjengukku. Makan bersama dengan menu ala kadarnya. Berbagi dalam canda dan tawa. Ada juga seorang sahabatku yang hari ini, rela dan ikhlas mengambilkan titipan baju di kota seberang.  Dan seorang lagi, yang tak pernah marah padaku walau aku sering marah-marah nggak jelas padanya. 

---Bahagia itu ketika memiliki sahabat seperti mereka--- Terima kasih Sahabatku.

Bagaimana dengan sahabatmu, kawan? Apa kalian punya sahabat juga seperti halnya aku? 


Readmore → Bahagia Itu Sederhana

Thursday, February 12, 2015

Bercak Langit

Hari ini, Februari 12. Langit masih nampak sama, biru, indah dan menarik hati manusia. Tak terkecuali aku. Aku sangat menyukai langit. Terlebih, saat aku sedang sendiri. Langit mampu membuatku tenang. 


Foto di atas adalah hasil jepret sore tadi. Dengan mas Sony-ku tentunya. Itu langit Hongkong. Tsuen Wan tepatnya. Aku mengambilnya dari lantai 8 saat menjemur baju di tangga samping rumah.


Lihat... Betapa indah dan menakjubkan, bukan? Langit... Mampu membius setiap mata dalam sekali panggilan-Nya.






Readmore → Bercak Langit

Bubur Sumsum Dan Alasan Aku Tidak Bisa Masak



Pagi tadi, si Sri (temanku beda kabupaten) dengan PEDE-nya pamer foto, sepincuk bubur sumsum (jenang putih bahasa jawane) yang telah tandas dan tak bersisa sedikit pun. Aku yang notabene jarang memakannya, lima tahun terakhir ini, sedikit ngowoh plus ngiler dibuatnya.

Foto by Fendy Ponorogo​​ (Sri)


Sebenarnya sih gampang membuatnya namun untukku yang tak bisa memasak ini, ya tetap saja sulit. Beberapa bulan lalu, aku juga sempat membuat bubur sumsum tapi bukan menjadi bubur, justeru lebih ke arah gethuk. Bantet setengah atos namun cukup lembut sih. Entah, ini akunya yang salah atau aku memang benar-benar tidak bisa memasaknya. Aku pun juga tidak mau mengkambing hitamkan YouTube yang telah dengan senang hati mengajariku. Tidak, aku tidak mau menyalahkannya.

 Terkadang, aku sering iri pada amase aku, kenapa pria semaco itu bisa mahir dalam urusan perdapuran, sedang aku tidak? Why? Padahal aku masaknya juga pakai tangan. Kalau aku bilang pakai hati ntar dikomplain, "apa ada masak pakai Hati? Ya, pakai tangan dong." Sebelum dikomplain, mending diluruskan sekalian. Biasalah, Indonesia tiada hari tanpa komplain. Bahkan, urusan salah satu kata yang mesle pun juga diperdebatkan. Heuh....


 Tentang kenapa sampai sekarang aku tidak bisa masak, mungkin itu juga gegara kata-kata Mamak. Dulu sekali, pas jamannya aku masih muda, imoet dan yeah masih semangat-semangatnya pengen tahu segala hal, aku pernah ingin mencoba membuat bubur sumsum ini. Saat itu aku melihat resepnya yang terpasang cantik di sebuah tabloit Indonesia. Bahannya yang cukup simpel dan mudah didapat itu, membuatku menjadi tertantang untuk membuatnya. Namun, setelah rasa penasaran dan tantangan itu menghampiri jiwa dan ragaku, Mamak yang saat itu melihat mataku berbinar-binar, segera menebas habis hingga pangkal rasa itu dengan sebuah kalimat yang membuatku tertunduk lesu. "Bubur sumsum kui jenang putih. Tuku sewu ae mae lek Jini iso sampe umor. Wes rasah gawe. Do yo tho kepangan, lek ora? malah ngejing-ngejing duwit. Bathi kesel." Bubur sumsum itu jenang putih. Beli seribu saja bisa membuatmu kenyang. Tidak perlu buat. Ya nanti kalau dimakan, kalau tidak? Malah buang-buang uang. Rugi, capek.


 Yaps, begitulah kata-kata Mamak. Sebenarnya, aku juga baru tahu kalau bubur sumsum itu jenang putih. Maklum, aku orang Jawa tulen. Yang masih memegang teguh budaya unggah ungguh. Yang menyerahkan tanggungjawab terpenting dalam urusan makanan pada yang tua. Jadi segala urusan perdapuran, Mamak tercintalah yang memegangnya. Akunya enak, tinggal matengnya saja. Mamak memang baik sih tidak pernah menyerahkan urusan dapur padaku. Paling-paling cuma cuci piring atau bekas memasak yang jadi tanggunganku. So, please jangan salahkan aku jika nggak bisa masak ya.


 Berhubung ini malam jumat, distop dulu facebookannya. Waktune mengerjakan sesuatu yang perlu dan pentiing untuk dilaksanakan. Ok...sampai jumpa kawan-kawan. Diwaktu Dan tempat yang disediakan oleh Tuhan.
Readmore → Bubur Sumsum Dan Alasan Aku Tidak Bisa Masak