Thursday, May 21, 2015

20 Mei 2015 (Reformasi Sekarang Dan Dahulu)

Sempat tersiar kabar bahwasanya kemarin akan terjadi pergolakan besar-besaran di tanah air kita, Indonesia. Bahkan, isuyang telah heboh di berbagai media sosial sebulan sebelumnya. Yang justeru membuat beberapa kawan Facebookku bersitegang. Aku memang tidak pernah ambil peduli dengan suasana politik di tanah air. Karena bagiku, hidup ini berjalan. Biarlah aku dengan sisiku yang lain menonton dan melakoni apa yang sebaiknya dilakoni.

Seperti halnya kawan-kawanku yang tengahheboh dengan aksi-aksinya di dunia maya. Aku juga ikut heboh dengan majikanku di sini. Pasalnya, hampir seminggu ini aku bekerja di sana dan melihat banyak makanan kadaluarsa yang belum sempat termakan harus dibuang begitu saja. Jian sai-saijin majikanku ini.

Aku pun sempat mendemonya, memberikan foto-foto makanan kadaluarsa yang masih juga tersimpan di almari es dan tempat penyimpan makanan di rumahnya.  Bayangkan saja, banyak coklat, roti dan susu yang terpaksa harus kubuang dengan cuma-Cuma. Padahalkan bisa kumakan. Mubazirlah kalau harus dibuang. Kalau diberikan padaku kan itung-itung memberi asupan gizi buatku yang memang membutuhkan makanan untuk sebuah pendewasaan. Huft...


Berbicara tentang 20 Mei yang katanya akan ada demo besar-besaran di Indonesia untuk memulangkan Pak Presiden ke tanah Solo,ternyata hal itu tidak terjadi kemarin. Padahal, gembar-gembornya di media sosial kayaknya Wah gitu. Eh, ternyata Cuma gedabrus. Nggak masalah sih kalau memang kenyataanya seperti itu. Toh dengan seperti itu Indonesia aman dari kerusuhan. Malah katanya sebagian dari mahasiswa itu justeru mendapat beasiswa dari pak Presiden. Yah, bersyukur daripada kena sekap pas seperti jaman dahulu kala.



Aih, lucunya negeriku. Selalu saja heboh dengan kejadian yang belum jelas adanya. Ya, kebanyakan mereka itu memang suka heboh sendiri sih. Jadi wajar saja bila hal kecil menjadi sesuatu yang dengan secepat kilat meluap.

Menurut orang Jawa --- Obah Ae Salah---Obah ae Owah--- Opo meneh yen nggak obah--- Nah, begitulah peran pemerintahan sekarang ini.

Peristiwa 20 Mei kemarin, sebenarnya juga hari bersejarah buatku. Bersejarah karena aku telah berhasil mendemo Simbok untuk memberikan sebagian makanannya. Itung-itung daripada dimakan tikus. Ya mending dimakan orang toh. Lagian belinya juga pakai duit. Masak dibuang begitu saja. Sayang kan?

Rumah simbok itu memang seperti supermarket. Banyak makanan dan minuman yang memang tersedia gratis di sana. Namun,aku tak berani menjarahnya. Walaupun sudah diberikan ijin penuh untuk makan tapi tetap sajalah aku harus jaga Image sebagai pembantu yang manis dan nggak kebanyakan makan. Secara, aku sudah terlalu gemuk dan banyak menimbun beberapa lemak di badan.



Aih, sungguh dulu badanku nggak segemuk dan setembem ini. Memang sih setiap manusia pasti dan akan berubah seiring dengan perkembangan jamannya, termasuk aku dan 20 Mei yang setiap tahunnya akan berubah menurut perkembangannya.

Pesan dari om Bule di acara Masih Dunia Lain, Santai aja, Brow.  Jangan emosional. Hidup itu harus damai. Buat apa berisik-berisik.  Buat apa ribut-ribut. Damai itu indah.”

Nah makanya aku tak suka lagi ribut dengan orang-orang yang mencari keributan denganku. Lebih baik diam dan melakukan hal lain. Ya seperti menceritakan hal-hal seperti ini. Walaupun dianggap nggak penting.Toh suatu saat, ketika aku telah menua, tulisan ini akan tetap bisa dibaca dan pastinya akan abadi sepanjang masa.

Keep Calm And Write On
<photo id="1" />

1 comment:

Featured Post

Q