Thursday, July 12, 2018

True Story : Cinta Itu Milikmu

True Story : Cinta Itu Milikmu. Tulisan ini telah aku bagikan di Wall Facebookku Zhiang Zie Yie. beberapa saat lalu sebelum ku posting ulang di sini. Ya, ini kisah nyata yang sememangnya pantas kalian renungkan. Jangan lelah berhenti untuk berharap. Karena pasti harapan itu akan dikabulkan olehnya.

Destiny.

“Hidup, mati dan jodoh. Siapa yang tau?”

Ya, dua foto ini mewakili kalimat di atas. Skenario yang dibuat oleh-Nya sungguh indah adanya. Menyaksikan mereka bersanding dan mendoa bersama membuatku ikut menghela nafas panjang. Lega.

Akan kuceritakan kisah mereka. Agar kalian tau, bahwa jodoh itu rahasia Illahi. Sejauh apapun langkah kaki mencari, jika belum jodoh tak akan bisa dipatri.



Cinta Itu Menghampirimu

Kami bersahabat kurang lebih hampir tiga tahun. Dia mantan dari sahabatku. Tak perlu kuceritakan bagaimana mereka putus tapi akan kuceritakan bagaimana dia bisa move on dan benar-benar sadar bahwa takdir itu bukan miliknya. Sekuat apapun perjuangannya, nyatanya masih kalah dengan palu-Nya yang telah diketuk.

Perpisahan itu membuatnya terpuruk. Nggak bisa tidur, nggak doyan makan. Nggak enak ngapa-ngapain. Aku tahu sih gimana rasanya. Mau diratapi juga percuma toh nantinya juga bakal ada pengganti. Bukankah, cinta itu hanya meninggalkanmu sesaat?

Hampir setiap malam selepas perpisahan itu, kami sering berbalas pesan. Berpuluh-puluh keluh kesah tentang mantan dia kirimkan. Namun, selalu kutanggapi dengan candaan. Takutlah kalau ntar sohibku ini bunuh diri beneran. Setidaknya, menenangkan orang yang patah hati itu emang diperlukan agar seseorang itu tahu masih ada orang yang peduli tentang kehidupan di masa mendatang.

“Sabar, sebentar lagi juga dapat pengganti,” begitu balasku pada setiap akhir chatingan kami.

Move on itu tak mudah.
Berat.
Biar sahabatku saja.
Kalian jangan.

Hari berganti, bulan berlalu. Nyatanya, untuk menyembuhkan luka itu tak butuh waktu sewindu. Dia dipertemukan dengan gadis yang saat ini menjadi istrinya. Mungkin itu hasil dari doa dan ziarah masjid yang dilakukan setiap malam, selepas dia putus dari mantan. Kluyuran ke warung kopi sudah diakhirnya sejak putus cinta dengan sahabatku kala itu. Dia lebih banyak mengadu kepada-Nya. Merenungi setiap kesalahan dan berharap jodoh yang terbaik di masa depan.

Doa itu sungguh tak sebentar. Hampir 2-3 bulan baru dikabulkan oleh-Nya. Gadis cantik bernama Fitri Fatimah buah dari doanya dikenalkan padaku setelah benar-benar fix menuju pelaminan. Kami mengubah topic mantan menjadi acara lamaran. Maklum baru pertama. Jadi sedikit nervous rasa hatinya. Lucu ya? :D


Prosesi ta'arufan tak butuh waktu lama. Kedua belah pihak setuju untuk melangsungkan pernikahan hari selasa kemarin. Acara nan sederhana itu pun digelar di Blitar. Ijab qabul berhasil dia selesaikan. Alhamdullilah, lancar.


LDR GOAL

Siapa bilang LDRan nggak bisa sampai ke pelaminan. Nih, contohnya. Hampir 5 tahun LDRan, selasa kemarin di hari dan tanggal yang sama dengan sahabatku, mereka menikah. Lima tahun,bukan waktu yang sebentar, Gaes. Buat cicilan rumah mungkin sudah hampir lunas.

Pernikahan yang tak direncanakan itu akhirnya terlaksana dengan lancar, selasa pagi kemarin. Predikat istri yang selama ini jauh dari ekspentasi, tersemat jua berkat kenekatan bapak mbak tetangga.

"Sudah jangan ditunda-tunda. Bapak sudah tua."

Kalimat itu benar-benar jitu. Memaksa tetangga sebelah mudik dadakan. Aku yang kala itu menjadi wadah curhatan ikut merasa kalut bukan kepalang. Entah, kenapa bisa begitu. Suka rempong sih kalau hati teman sedang gundah. :v


Selasa pagi kemarin, ijab qabul itu dilaksanakan di Blitar, kota kelahirannya. Sederhana namun syarat makna. Tak ada pesta, tak ada nyanyian. Hanya doa yang terpanjat dari setiap bibir yang menyaksikan. Alhamdullilah, LDR GOAL. Setelah ini, perjalanan panjang sebagai sepasang suami istri menanti.

Aku yakin, takdir (berupa jodoh) itu akan datang di saat yang memang benar-benar tepat. Walaupun hati kita belum siap. Karena rencana-NYA tidak akan pernah bisa diprediksi sekalipun itu oleh Om Roy Kiyoshi.

Ok, Mblo... Jika saat ini kalian tengah menanti, bersabarlah.
Jangan pernah bilang, jika doa kalian belum dikabulkan. Bisa jadi masih menunggu antrian. kapan proses itu dilaksanakan.

Jadi, nikmati, syukuri apa yang sudah digariskan oleh Illahi.

Nggak perlu komen males baca atau cerita ini kepanjangan. :D Lewati saja jika tak suka.

SAMAWA buat kalian. Ingat perjalanan ini tengah dimulai. :D

No comments:

Post a Comment

Featured Post

2 Dokter Mata Di Hongkong Yang Paling Recommended

Hai teman-teman, buat kalian semuannya yang kemarin nanya tentang dokter mata, ini aku bagikan 2 dokter mata yang ada di Hongkong tentunya ...