Monday, November 17, 2014

BBM Naik...! Saya Tetap Bahagia

Semalam, setelah pengumuman harga BBM naik seorang teman Facebookku mengunggah sebuah status yang intinya menyalahkan kinerja pemerintah yang baru seratus hari menaikkan harga BBM. 




Aku sebagai pembaca yang baik pun mencoba menanyakan pada lelaki itu. ''Apa anda merokok?'' Lalu dia menjawab sekaligus balik bertanya, ''Apa hubungannya rokok dengan BBM naik?'' ini orang ditanya malah balik tanya. -_- Speechless juga dibuatnya. 

Begini loh, kenapa aku membandingkan harga BBM dengan harga Rokok. 

Pertama, dia seorang laki-laki. Calon imam keluarga. Calon bapak dari anak-anaknya. Hanya gara-gara pemerintah menaikkan BBM dia mengeluh. BBM naik yaudah dari sono-nya kali. Efek nggak pernah baca BBM naik saja orang ini. 

Kedua, harga rokok dengan BBM lebih mahalan mana? Ini saya sertakan link harga grosir rokok kalau anda belum tahu

http://daftar-rokok.blogspot.hk/2014/01/daftar-harga-rokok-terlengkap-terbaru.html?m=1

Kalian (cowok kususnya) pasti tahu, asap rokok itu tidak baik bagi kesehatan sesama. Apalagi yang suka merokok disembarang tempat. Harusnya kalian menghisap penyakit itu sendiri bukan malah menyebarkannya ke orang lain. Para istri pun juga begitu (yang punya suami perokok) tidak coba mengingatkan, padahal tugas istri mengingatkan suami jika perbuatan itu tidak benar. Malah jika disuruh, ''bu...beliin rokok, bapak.'' ya tetap berangkat saja.

Pakai buat status lagi, ''brebes mili ora nana duit buat beli beras.'' (brebes mili itu bahasa indonesianya apa loh nggak ngeh aku, kalau bahasa Jawa aku paham untuk pentranslatenya kurang nangkap)

Itu yang buat status, kuat dan mampu buat beli paket internet masak beli beras saja pakai ''Nyampah (keluh kesah) di Facebook" Terus aku sebagai pembaca harus bagaimana? Kasian kah? 

Ketiga, kalian mampu beli rokok tapi kok mengeluh saat mau membeli BBM. Mengatasnamakan rakyat yang ada digaris kemiskinan yang katanya semakin mencekik hidup mereka. Apa kalian yang suka menjudge orang itu tidak tahu?

Tuhan tidak akan mencoba kaumnya melebihi batas yang dia mampu

Jika rakyat itu masih bisa bertahan, berarti mereka masih diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bertahan. Contoh yang paling simpel, bapakku. Beliau hanya tamatan SD. Pekerjaannya servis elektronik di rumah (sekalian promosi). Dari aku kecil hingga punya dua adik, bapakku kerjanya ya itu-itu saja. Tapi beliau mampu membesarkan kami tanpa mengeluh harga BBM. Dari waktu aku SD yang hanya naik sepeda hingga akhirnya bisa beli motor tak sekalipun bapak mengeluh. Lha kok itu orang, baru kemarin sore lahir. Baru memuali kehidupan, sudah berani mengeluh di muka umum -_- eh itu sih memang hak asasi setiap individu. Tapi mbok ya ngaca, kita itu siapa?

Kalau andai kata kita bisa dan mampu menggantikan posisi pemerintah, silahkan anda-anda itu maju. Duduk di kursi yang katanya banyak orang-orang besar berkumpul. Sampaikan pada mereka keluhmu. Sampaikan aspirasi rakyat. Bukan malah mengatai saya ''goblok'' -_-

Bagiku kata-kata kasar ini hanya berlaku bagi sesama orang yang kenal dekat. Dalam sebuah candaan harian. Bukan malah nggak kenal langsung berlaku kasar. -_- orang macam apa ini. Seperti orang yang tidak pernah diajar etika saja. 




https://m.facebook.com/notifications.php?more&ref=bookmark 

Kawan, setidaknya kita sebagai manusia yang baik, berdoa saja demi kebaikan bangsa ini. Toh, mengumpat hal-hal yang tidak jelas di dunia maya, tidak akan membawa perubahan yang berarti bagi kehidupan. Lalu buat apa makian itu kalian layangkan? -_-

Ah, BBM naik pun saya tetap bahagia. Karna tanpa BBM layanan WHATSAPP pun tetap ada. :D



No comments:

Post a Comment

Featured Post

Q