Saturday, November 8, 2014

Kecewa Ngemis Jempol

Ngemis Jempol

Hahhhhh... ini kali kedua aku melakukan hal yang sama yang
seharusnya tak patut aku lakukan untuk sebuah karya tulis. "Ngemis Jempol" atau bahasa kerennya "Promosi" ah tapi biar sisi ke Jawaanya muncul lebih enak ditulis seperti itu saja.

Back to story...
Beberapa hari lalu, tepatnya sebelum tanggal 31 Oktober aku mengikuti lomba resensi novel "Rindu" karya penulis terkenal Tere Liye. Sebenarnya ada keraguan saat ingin mengikuti perlombaan ini. Kenapa? Pertama tentang update peserta yang tidak ada. Bahkan tidak ditampilkan sesiapa saja yang ikut dalam lomba ini. Padahal di Fans Page (FP)-nya di statuskan bahwa yang mengikuti lomba ini mencapai ratusan. Wah... mungkin aku kalah saing. Tapi bukan itu yang jadi masalah dalam benakku. Pesertanya itu loh tidak ada yang diupdatekan. Kecewa? Iya, pastinya. Tapi kan ini sebuah ajang lomba di mana pihak panitia bebas melakukan apa yang diinginkan mereka.

Kedua, ini hal yang sepertinya nanti atau bahkan tidak akan pernah aku ikuti "mencari Like terbanyak". Heh... ini kali kedua aku mengikuti lomba yang juga ada Vote Likenya. Dulu, beberapa tahun silam aku juga pernah mengikuti hal ini, promosi plus mencari jempol dari teman-teman Facebookku. Seluruh teman di seantero dunia Facebook aku kerahkan pada masa itu, namun anehnya aku sama sekali tidak masuk 20 besar. Di sana pun tidak ada update pesertatm tapi kita bisa tahu sesiapa saja yang ikut dalam lomba tersebut. Karena, siapa saja yang ikut wajib tag ke Facebooknya.

Link lomba liker yang pernah aku ikuti.

https://m.facebook.com/notes/lembayung-sendu/sekali-lagi-puisi-gobel-award-2012/322586534515822/?ref=bookmark


Dan di bawah ini Penanggung Jawab (PJ)nya. Dan, sekarang tidak aktif karena disinyalir ini akun palsu.

https://m.facebook.com/Ratnaeazrksibulanbintang?ref=bookmark

Akun ini sudah tidak aktif lagi. Entah penghuninya nyungsep kemana. Yang jelas setelah lomba orangnya seperti ditelan bumi hidup-hidup.


Dulu, aku pernah bilang "tidak akan ikut ngemis untuk yang kedua kali" tapi nyatanya pikiran manusia yang gampang dipengaruhi oleh setan (maaf Tan ini memang salahmu yang suka mempengaruhi manusia termasuk aku). Tsahhhh......

Back ke resensi lomba, yang setiap keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Tapi ya mbok ya o, sedikit memberi penjelasan dan pemberitahuan bagi peserta lomba. Untuk sekelas penerbit mayor seperti Republika harusnya bisa transparan.



Ketiga, beberapa peserta yang mengikuti lomba juga ada yang bertanya tentang update peserta tapi tidak ditanggapi jika ada alasan lain entah sibuk, capek dan ngantuk kan hatlrusnya diberitahukan pada kami (peserta) nggak malal update status tiap waktu. Apa sih susahnya jawab pertanyaan, wong ya nggak bayar ini?

Tiga rasa cukuplah kurasa untuk mengungkapkan segala kecewa di hati. Lain kali aku tak akan terbujuk lagi oleh rayuan setan yang selalu menyesatkan dan membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Akhirukalam Wabilahitaufik Walhidayah Wasalamualaimkum Warohmatulohi Wabarokatu.

Sekian ulasan dariku. Yang tidak kenan membaca tidak perlu komentar cerita ini panjang.



No comments:

Post a Comment

Featured Post

Q