Tuesday, January 30, 2018

Cara Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman

Cara Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman

Hamil, mungkin bagi sebagian orang adalah anugrah. Namun tak pelak menjadi sebuah petaka untuk sebagian orang yang sememangnya belum siap menjadi orang tua. Contohnya sudah banyak terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tingkat kasus pembuangan bayi pun kini semakin marak terjadi. Lihat saja di media sosial, banyak sekali berita tentang pembuangan janin maupun bayi yang telah lahir. Miris sekali. Bahkan, pelakunya masih banyak yang di bawah umur. Tak ingin membahas hal tersebut sebenarnya, tapi itulah fakta yang terjadi di era moderen kini.

Mungkin, sebagian orang masih tabu untuk membicarakan hal-hal semacam ini. Alasanya, ya karena hal ini adalah area yang sangat privasi banget bagi pasangan suami istri. Tapi jika ditelaah lebih dalam, hal semacam ini bisa mengurangi resiko pembunuhan yang secara tidak langsung bisa saja terjadi pada perempuan yang belum siap dengan proses kehamilan.

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari seorang Pekerja Migran di Hongkong yang beberapa minggu lalu membahas tentang KB dan alat kontrasepsi yang dia gunakan. Ternyata para komentator yang sebagian adalah mamah-mamah ketjeh ini banyak sekali. Sebagian di antara mereka merasa takut dan ada sebagian lagi yang mengamini bahwa menggunakan alat kontrasepsi tersebut adalah cara yang paling aman. So, untuk lebih jelasnya, aku ingin mereview beberapa alat kontrasepsi yang menurut beberapa sumber memang aman digunakan. Jadi, untuk menanggulangi kehamilan di luar perencanaan, aku harap tulisan ini bisa membantu kalian.

Tulisan ini dikhususkan hanya untuk yang sudah berstatus suami istri. Pelakor dan anak di bawah umur, please jangan melakukan sexs bebas sebelum kalian nikah. Ingat, kehamilan terjadi bukan karena niat para pelakunya, tapi karena itu rejeki yang sememangnya tak disangka-sangka.


Alat Kontrasepsi Yang Paling Aman Digunakan

1. Kondom Pria

Beberapa pasangan menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini dengan alasan, alat ini emang aman banget untuk mencegah kehamilan dan mencegah berbagai penyakit kelamin. Seperti HIV AIDS yang sememangnya mudah sekali menjangkit manusia yang suka jajan sembarangan. Kondom Pria ini banyak kita jumpai di mana-mana, baik di apotik atau swalayan dan cara penggunaanya pun tidak begitu sulit. Namun, jangan salah artian dulu, menggunakan kondom memang aman namun tak menampik kemungkinan pula si perempuan bisa saja hamil meski sudah menggunakannya. Alat ini memang bisa mencegah, tapi meski begitu tetap harus waspada akan hal-hal yang tak terduga nantinya. 

Dari beberapa riset yang pernah dijabarkan di blog kesehatan, kondom pria memang mampu mencegah kehamilan hingga 98%. Ya, bila dihitung, kehamilan yang terjadi melalui seks bebas dan yang punya pasangan hanya berbanding tipis sekali. Di antara 100 orang yang menggunakan kondom, 2 di antara bisa saja hamil. Hal ini bisa dikarenakan kualitas atau cara penggunaannya yang salah. Cara penggunaannya nggak perlu dijabarkan ya. Yang pasti sudah ada di panduan wadahnya. .

Efek Negatif Dari Pemakian Kondom Pria
  • Mereka mengeluhkan lecet pada area kewanitaan. 
  • Lelaki merasa kurang nyaman ketika memakainya
  • Tingkat kepuasan menurun dan masih banyak hal-hal lainnya. 

2. Kondom Wanita

Beberapa wanita khususnya di daerah Papua, sering menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Karena, di daerah sana, alat kontrasepsi yang satu ini di bagikan secara gratis. Dikarenakan, di daerah Papua sana, tingkat terjangkitnya virus HIV AIDS sangat banyak. Pertama melihat wujudnya di internet, aku begitu kaget sekali. Karena Kondom Wanita ini ternyata lebih besar ketimbang Kondom Pria. Ah, mungkin gegara perempuan bisa mengeluarkan baby kali ya, jadinya ukurannya nggak tanggung-tanggung.

Yaps, maklum kondom yang satu ini 17 cm dan dengan diameter 6-7. Coba aja ambil penggaris dan bayangin. Cara pemakaiannya pun tergolong lama. Dan hanya disarankan bagi yang sudah menikah saja untuk menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Soalnya, butuh pelumas lebih. Dan perlu diingat bagi si pemakai, untuk selalu mengecek tanggal kadaluarsanya. Karena tidak ada jaminan bagi si pengguna untuk tertular HIV ataupun kehamilan. Cara pemasangannya, bisa lihat di blog lain saja ya, soalnya aku geli-geli gimana gitu ngelihat fotonya.

3. Pil KB

Mengkonsumsi Pil KB adalah alternatif yang juga banyak dilakukan wanita. Namun, tak ayal pula hal ini justeru menimbulkan kekhawatiran yang membuat mereka semakin tidak nyaman menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Walau memang bisa mencegah kehamilan, namun efek samping dari penggunaan PIl KB ini yang sering sekali membuat orang takut untuk mengkonsumsinya. Berikut riset yang aku dapatkan dari beberapa orang yang menggunakan Pil KB.
Efek Negatif Dari Konsumsi PIL KB
  • Mual. 
  • Peningkatan Berat Badan
  • Perubahan Mood Secara Mendadak.
  • Nyeri Kepala.
  • Rasa yang tidak nyaman pada payudara.

4. IUD 

Beberapa teman menyarankan memakai IUD atau yang biasa dikenal dengan KB Spiral ini. Awalnya ngeri banget lihat bentuk IUD ini yang sememangnya tergolong ekstrim. Barang seukuran ± 3 cm dengan lapis tembaga ini ditanam di rahim, begitulah contoh yang aku baca di blog kesehatan. Tapi itu cuma bayangan saja sih. Beberapa teman yang telah memasang IUD justeru bilang, "cara ini yang paling aman. Soalnya bisa dilepas kapanpun." 

Jadi IUD ini dibagi dalam 2 kelompok. Yakni IUD Tembaga dan IUD Hormon. Dan kedua jenis KB tersebut memiliki sisi negatif dan positif di masing-masing produk. Jadi untuk lebih jelas dalam memilih Jenis IUD yang cocok, silahkan konsultasi dulu dengan dokter. Menurut yang aku baca sih, KB IUD ini mahal. Untuk harganya sendiri aku belum dapat referensi. Jadi bagi pembaca yang sudah pernah memasang sangat disarankan untuk komen. Siapa tahu nanti bisa membantu yang lainnya. 

Efek Negatif Dari Pemasangan IUD Jika Tidak Cocok Untuk Tubuh
  • Kanker Serviks. 
  • Kanker payudara
  • Kelainan pada rahim
  • Penyakit radang panggul

5. KB Kalender

Nah, kalau yang satu ini, aku banget. Soalnya, dari pengalaman yang pernah aku lakukan menggunakan metode ini dan beberapa saranku ke teman yang lain, cukup ampuh baik menunda maupun merencanakan kehamilan. Jadi, KB Kalender ini hanya berdasarkan masa subur maupun tidak.

Cara menghitung masa subur yakni sebagai berikut :

Masa Subur = Hari Terakhir Haid Menstruasi + 13
Masa Prasubur = Masa Subur -3 & Masa Subur + 3

Nah, di masa itulah, kalian bisa merencakan kehamilan. Cara di atas, cukup efektif sih menurut pengalamanku. Tapi, tak kesemua orang mengalami masa haid lancar. Kadang, aku sendiri jika lagi puyeng juga, bisa 2 bulan tidak menstruasi. Dan untuk menghindari hal tersebut, sememangnya harus menjaga pola hidup sehat. 

6. Suntik KB.

Beberapa orang yang menggunakan Suntik KB mengeluhkan jika berat badan mereka semakin melar ke samping. Mungkin, efek hormon yang diciptakan dari Suntik KB ini yang membuat nafsu makan mereka meningkat. Efektifitas dari KB suntik ini bisa digunakan setiap 12-17 minggu. Jadi, kita tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi lainnya. Namun perlu diingat, jika sudah menggunakan Suntik KB ini, kalian tidak boleh jajan sembarangan. Pilihan untuk suntik KB ini bisa minta yang 1 bulan atau 3 bulanan. Jadi, jika kalian milih yang 3 bulanan, ya setiap 3 bulan sekali kalian harus suntik gitu. 

Efek buruknya pun hampir sama seperti penggunaan PIL KB. Jadi, bagi wanita yang cocok menggunakan Suntik KB ini, siap-siap saja punya kelebihan berat badan. Soalnya, temen-temenku yang menggunakan Suntik KB ini, mengalami perubahan yang signifikan. Badannya, melar di mana-mana. 


7. Senggama Terputus (KB ALAMI)

Senggama Terputus atau Coitus Interruptus ini biasa dijalani bagi pasangan yang punya komitmen untuk menunda dulu kehamilan. Seperti yang telah diceritakan seseorang di Inbox Facebookku, beliau menggunakan metode ini lebih dari 17 tahun. Sejak beliau merasa tidak cocok menggunakan berbagai macam alat kontrasepsi yang sudah aku sebutkan di atas. Dan ternyata, keluahannya pun juga sama ketika menggunakan alat kontrasepsi tersebut. Makannya beliau menggunakan cara alami ini. 

Jadi senggama terputus ini menggunakan metode traditional di mana pria mengeluarkan dedek kecilnya dari vagina sebelum masa enjakulasi. Ya, bisa diibaratkan, spermanya dikeluarin di luar gitu. Itu menurut seseorang yang aku wawancarai. Dan hal ini memang membutuhkan komitmen antara kedua belah pihak. Karena, biasanya lelaki kan memang semaunya sendiri. Jadi bagi pasangan suami istri harus dirundingkan terlebih dahulu jika menggunakan metode ini.

8. Spermisida

Biasanya, alat kontrasepsi ini berupa gel, foam dan krim. Dan cara penggunaanya juga sedikit ribet. Menurutku sih, tidak cocok bagi wanita yang mempunyai kulit sensitif yang tinggi. Karena, menurut yang aku baca, penggunaan spermisida ini harus digunakan di bagian vagina dan mendekati di dinding rahim. Jadi, lebih baik konsultasi dokter jika kalian yang mempunyai kulit sensitif dan penggunaannya pun harus dengan menggunakan kondom. Soalnya resiko terkena penyakit menular pun juga banyak sekali terjadi. 

9. Koyo KB

Alat kontrasepsi cukup mudah sekali digunakan. Koyo KB ini melepaskan hormon kontrasepsi yang diserap pada alirah darah melalui kulit kita. Cara pemakaiannya cuma ditempel pada badan selama kurang lebih 3 minggu berturut-turut. Dan tanpa menggunakannya selama 1 minggu sebelum siklus menstruasi. Karena kalian akan mengalami menstruasi selama tidak memakai koyo ini. Dan tidak ada sisi negatif saat menggunakan koyo KB ini. 

10. Cincin Vagina.

Alat kontrasepsi yang satu ini berbentuk seperti cincin, lentur dengan diameter 5 cm dan mengandung estrogen serta progestin. Cara pemasangannya yakni dimasukkan ke dalam vagina sendiri dan diletakkan di dalam di antara dinding vagina. Biarkan selama 3 minggu kemudian dikeluarkan selama 1 minggu. Setelah itu dimasukkan cincin vagina yang baru kembali. Alat kontrasepsi hormon dosis rendah yang membantu membuat menstruasi lebih teratur dan membantu mengurangi kram pada perut. Sisi negatif ketika menggunakan Cincin Vagina yakni dapat menyebabkan keputihan dan iritasi pada vagina. Kasus lain juga sama seperti ketika menggunakan Pil KB.

11. Douche Vagina.

Sebenarnya, aku tidak menyarankan untuk menggunakan cara ini. Karena Douche Vagina ini beresiko sekali digunakan untuk wanita. Beberapa catatan buruk di blog kesehatan menyebutkan kalau metode buruk sekali. Jadi jika kalian sedang mencoba Douche Vagina, lebih baik dihentikan sekarang juga. 

Efek sampingnya punn cukup ngeri-ngeri sedap. Contohnya seperti di bawah ini :

1. Infeksi bakteri vagina
2. Penyakit radang panggul
3. Masalah kehamilan
4. Kanker serviks

Walau memang, ketika kalian menggunakan cara Douche Vagina ini kalian nggak bisa hamil, tapi resiko lain yang timbul itu sedikit banyak membuat orang-orang tidak menyarankan hal ini. 

12. Sterilisasi.

Terakhir yang sememangnya pernah dilakukan oleh ibu temanku adalah cara ini. Sterilisasi ini membuat wanita jadi tidak bisa hamil lagi. Ya, bagi yang sudah berkomitmen untuk tidak menambah momongan sih tidak mengapa.  Karena, wanita yang memilih sterilsasi ini dijamin mereka tidak bisa hamil lagi. 

Jika pada jenis alat kontrasepsi yang aku sebutkan di atas ada sisi negatifnya. Untuk Sterilisasi ini banyak sekali sisi positifnya. Seperti yang berikut ini :

  1. Berkurangnya resiko kanker ovarium/indung telur.
  2. Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
  3. Tidak mempengaruhi faktor senggama.

Nah, itu tadi beberapa pilihan Alat Kontrasepsi Yang Aman dan berbagai macam resiko ketika kalian menggunakannya. Aku sarankan untuk selalu konsultasi terlebih dahulu ke dokter biar amannya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa komennya. :D 

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Q