Monday, January 15, 2018

Ping Shan Heritage Trail - Mbolang Gratis Di Hongkong Part 2

Ping Shan Heritage Trail

Beranjak dari Pagoda Tsui Sing Lau, aku dan nenek melanjutkan perjalanan ke Shrine of the Earth God. Tak jauh memang dari Pagoda Tsui Sing Lau, jika jalan ya kira-kira hanya 5-10 menit. Berhubung, aku dorong kursi roda, ya jadinya lebih lamaan dikit.

Untuk jalurnya, kalian bisa ambil jalan ke kanan, kalau mau lewat jalur tikus ya tinggal masuk ke area parkiran mobil, nanti bakalan memotong atau tembus ke area parkiran yang rada luasan gitu, tinggal jalan saja nurutin jalan raya yang besar, nah nanti kalian jangan menuju arah kereta listrik. Ambil arah ke kiri, bakal ada rumah yang bercat krem seperti itu. Nanti kalian bakalan ketemu sama beberapa tempat yang aku deskripsikan di bawah ini.


Shrine of the Earth God

Kuil ini didedikasikan untuk To Tei Kung atau Dewa Bumi. Atau lebih dikenal oleh warga sekitar Pak Kung. Kalau nenekku dulu bilangnya Pa Kung Kung. Sama saja sih artinya. Aku jadi inget pernah nulis ada kuburan di sekitar musium yang ada di Tsuen Wan, ah ternyata itu Kuil Dewa Bumi. Biasanya, mereka membakar dupa, memberi sesaji dan membakar kertas di tempat seperti ini.

Altar seperti ini, biasanya juga terdapat di desa-desa traditional seperti di daerah tempatku ini. Karena Pak Kung diyakini banyak orang yang percaya hal demikian, dipercaya sebagai pelindung penduduk desa. Selain tempat suci ini, ada tempat suci serupa lainnya di Ping Shan. Contoh fotonya seperti yang aku temukan di bawah ini. 


Shrine of the Earth God

Kuil Dewa Bumi 
Setelah puas duduk sebentar di tempat ini, aku dan nenek melanjutkan lagi perjalanan untuk ke next tempat yang masih diseputaran Ping Shan Heritage Trail. Arahnya juga masih satu jalur. Kalian tinggal, ngikutin arah di kiri. Jangan balik lagi ke jalan raya. Soalnya, jalur ini seperti jalan gang gitu.

Nanti, di depan area Yeung Hau Temple kalian bakalan nemuin Ikan Emas yang dipenjara seperti ini. Nggak tau sih artinya apa, tapi biasanya, sore hari atau pas liburan di tempat ini bakalan banyak anak kecil bermain. Tapi pas aku ke sana sih nggak ada. hehehe, Entahlah, kemana mereka.

Nih, aku kasih fotonya, daripada kalian ngiler. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜





Kemungkinan besar sih, ini adalah sumur, tapi nggak tau juga sih. Kolam ikan seperti ini, biasanya kalau di Indonesia pasti sudah dijarah orang-orang yang suka jail. Soalnya harga ikan emas itu lumayan mahal. hehehe. Maklumlah, Indonesia, besi aja di jalan di-embat. Apalagi yang seperti ini.

Nah, dari tempat ini, kalian bisa langsung melihat kuil Yeung Hau. diskripsinya bakalan aku tulis di bawah ini. Nanya di google sih. Soalnya, aku nggak begitu paham bahasa kantonis.

Yeung Hau Temple (Kuil Yeung Hau)

Terletak di Hang Tau Tsuen, Kuil Yeung Hau adalah satu dari enam kuil di Yuen Long yang didedikasikan untuk dewa Hau Wong (Kaisar Hau). Tanggal pastinya kuil itu dibangun ternyata tidak mungkin dilacak, namun diyakini memiliki sejarah yang berasal dari beberapa ratus tahun yang lalu. Prasasti di papan di dalam kuil menunjukkan bahwa bangunan tersebut mengalami renovasi besar pada tahun 1963 dan 1991. Proyek restorasi juga dilakukan pada tahun 2002. Identitas Hau Wong adalah subyek dari beberapa cerita yang berbeda, namun penduduk desa di Ping Shan percaya bahwa dia adalah Marquis Yang Liangjie, seorang jenderal dinasti Song yang menyerahkan hidupnya untuk melindungi dua kaisar Song terakhir dan yang disembah karena kesetiaan dan keberaniannya. Festival Hau Wong diadakan setiap tahun pada tanggal 16 bulan lunar keenam.

Kuil Yeung Hau adalah struktur sederhana yang terbagi menjadi tiga teluk yang menampung patung Hau Wong, Ke Tei (Tuhan Bumi) dan Kam Fa (masing-masing santo pelindung ibu hamil).

Yeung Hau Temple (Kuil Yeung Hau)


Masih ada lagi, sih sebenarnya perjalanan berikutnya. Tapi, sampai sini dulu aja deh. Biar ada Track lanjutannya lagi. Jika kalian suka dengan tulisan ini, jangan lupa buat add G+ aku ya. Biar kita bisa saling tau update status blog masing-masing. Oh ya, like FansPage aku juga di Blog & Desain Tutorial. Nanti bakalan aku update juga di sana. See U di catatan berikutnya.

Sumber Info : Discover Hongkong

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Salat Idulfitri Di Hong Kong 1440H